Cerita Outing Class Saya ke Pantai Tikus Emas

 Malay Dubbing

  Saya sangat antusias mengikuti acara ini. Malam hari sebelum keberangkatan saya siapkan semua yang diperlukan. Pagi saya berangkat ke sekolah bersama adik saya yang juga tak sabar. Saya hari itu tak guna niqab (kerana tengah dicuci) dan mengganti ngan sebuah topi putih-biru berlogo PLN kepunyaan Bunda yang saya arahkan sesuka hati saya.

 Saat berbaris di lapangan, saya berkumpul ngan kumpulan saya, Kumpulan 4. Saya bergabung ngan Afiqah, Ulfah, Nawra, Kak Hana, Kak Najla, dkk. Tapi saya cuma ingat kelompok dari kelas tinggi saja. Yang berasal daripada kelas rendah saya tak terlalu ingat kerana saya kurang mengenali mereka.

 Masa dibagi arahan oleh Ustadz, saya sebenarnya tak terlalu mendengarkan sangat kerana terlalu antusias. Masa diminta supaya duduk je dulu, saya berbual ngan Aline, Kimi, Nur Aliyah, dan Gefira yang ada kat barisan yang tak jauh dari kumpulan kitorang.

 Saya tengah berbual ngan Nur. Kitorang cuma bahas pasal arah topi yang saya guna. Saya suka tiru gaya topi elemental-elemental BoBoiBoy. Nur cuma mengomen sahaja gaya topi saya.

 Masa Ustadz Rizki cakap kalau bas sudah sampai, kitorang langsung antusias. Masa kat dalam bas, saya makin merasa tak sabar. Kitorang makan snack masing-masing. Terkadang membagikan kepada yang lain. Sofia membagi delima yang dia bawak kepada Gefira. Saya meminta satu bulir delima dan mencubanya. Rasanya... manis tapi ASAAMM! Sofia menawar delima dia kepada Nur tapi Nur tak nak kerana trauma pernah tersedak biji delima.

 Kerana saya budak yang nekad, saya berjalan tanpa pegangan kuat untuk menawar Yupi Neon Stix yang saya bawa (kerana saya kurang menyukainya). Alhamdulillah, Yupi tu cukup untuk semuanya.

 Masa sampai di pantai, kitorang berterabur keluar ngan senang. Selepas letak barang bawaan kat gazebo sesuai yang dah ditentui, kitorang berkumpul lagi untuk melakukan sisir pantai.

 Sisir pantai berlangsung ngan seronok. Sesekali kitorang menantang ombak untuk mengenai kaki-kaki kitorang yang menapak ke pasir pantai. Masa ombak tak kena kaki kitorang, kitorang mengejek. Masa ombak berdebur nyaris kena tapak kaki, kitorang langsung melompat menjauh.

 Selesai sisir pantai, saya berkumpul bersama Kimi, Aline, Aqila, dkk. Aline dan Kimi baru je jumpa seekor umang-umang ngan cangkang yang unik. Saya asyik mengamati umang-umang tu sembari berbual ngan Kimi dan Aline yang bermain pasir.

 Selepas tu, games outing class dimula ngan games Menara Gelas. Kumpulan saya paling... macam mana ya? Kecoh panik tak jelas macam tu la. Ya walaupun tersisih lagi dulu saya tidak mengapa.

 Selepas tu, saya tengok beberapa budak jajan. Jadi saya ingatkan dah diperbolehkan. Eh, ternyata belum. Ya sudah saya habiskan dulu ais krim saya selajunya selepas Ustadzah Fitri membebel kitorang (biarlah, memang kitorang salah) dan membagi masa dua menit.

 Selepas tu masanya makan. Saya mengisi ulang botol air saya dulu, lepas tu mengambik makanan. Saya dan kawan-kawan membukak box dan lauk dia ialah ayam tepung dan mie beserta nasi putih. Minuman ais apa tu tak tahu, rasanya agak memualkan. Tapi kerana sayang ya saya habiskan.

 Selepas tu masanya shalat. Berhubung saya tengah kedatangan tamu bulanan, saya menunggu bersama Sofia dan Nur. Kitorang cuba main ayunan dengan berbagai gaya. Nur nekad naik ayunan sambil berdiri. Ada juga adik lelaki dari seorang kakak kelas sesekali mengejar-ngejar Sofia, dan kadang balik dikejar Nur.

 Setelah adik-adik kelas selesai shalat, saya dan mereka berdua pindah tengok arnab. Arnabnya nampak stress kot, daun kering yang saya pegang (tidak bermaksud bagi) kena kunyahnya. Haduh.

 Lalu saya ikut Nur dan Sofia yang nak jajan. Saya cuma jajan jasuke je, tu pun lepas tengok Aline makan jasuke, jadi teringin.

 Games seterusnya dimula, iaitu Pijakan Kotak. Saya dan member kumpulan saya bersaing kelajuan antara kumpulan-kumpulan lain. Dalam beberapa kali, kitorang pijak kotak kardus kitorang je. Nawra malah bagi nama (maaf) 'Rumah Kotoran'. Tak sedap punya nama.

 Alhamdulillah dalam lumba Pijakan Kotak kumpulan saya dapat juara 1. Lepas tu kitorang berfoto untuk dokumentasi outing class. Masa pembagian hadiah, kumpulan kami meminta Afiqah yang maju mewakili kumpulan kitorang, kerana dia yang paling banyak berjasa masa lomba Pijakan Kotak tadi, sampai tersungkur ngan muka mencium tanah dan jilbab nyaris terbaling. Kumpulan kitorang juga dapat kategori... ehm, maaf saya lupa.

 Kitorang sekumpulan lalu bagi rata hadiah tu. Beberapa dari kitorang makan jajanan tu. Ada jugak yang makan roti dan tembikai yang dibagi para ustadzah atau minum susu.

 Selepas tu semuanya berbaris dulu dan para ustadzah mengumumkan beberapa barang milik murid yang tertinggal, baru setelah itu menjalankan operasi semut.

 Selepas operasi semut, kitorang balik ke sekolah naik bas lagi. Eh, saya ketiduran sambil berdiri. Hehe.... nasib baik dikejut kawan-kawan yang cantik-cantik.

 Walaupun penat, tapi menurut saya tu seronok sangat.


 Indonesian Dubbing

 Saya sangat antusias mengikuti acara ini. Malam hari sebelum keberangkatan saya menyiapkan semua yang diperlukan. Paginya saya berangkat ke sekola bersama adik saya yang juga tidak sabar. Saya hari itu tidak memakai niqab (karena sedang dicuci) dan menggantinya dengan sebuah topi putih-biru berlogo PLN milik Bunda yang saya arahkan sesuka hati saya.

 Saat berbaris di lapangan, saya berkumpul dengan kelompok saya, Kelompok 4. Saya bergabung dengan Afiqah, Ulfah, Nawra, Kak Hana, Kak Najla, dkk. Tapi saya hanya ingat kelompok dari kelas tinggi saja. Yang berasal dari kelas rendah saya tidak terlalu ingat karena saya kurang mengenali mereka.

 Saat diberi pengarahan oleh Ustadz, saya sebenarnya tidak terlalu mendengarkan karena terlalu antusias. Saat diminta agar duduk saja dulu, saya mengobrol dengan Aline, Kimi, Nur Aliyah, dan Gefira yang ada di barisan yang tak jauh dari kelompok kami.

 Saya asyik mengobrol dengan Nur. Kami hanya membahas tentang arah topi yang saya pakai. Saya suka meniru gaya topi elemental-elemental BoBoiBoy. Nur hanya mengomentari saja gaya topi saya.
 Saat Ustadz Rizki mengatakan kalau bus sudah sampai, kami langsung antusias. Saat di dalam bus, saya makin merasa tidak sabar. Kami memakan camilan masing-masing. Terkadang membagikannya kepada yang lain. Sofia membagi delima yang dia bawa kepada Gefira. Saya meminta satu bulir delima dan mencobanya. Rasanya... manis tapi ASAAMM! Sofia menawarkan delimanya kepada Nur tapi Nur menolaknya karena trauma pernah tersedak biji delima.

 Karena saya anak yang nekat, saya berjalan tanpa pegangan kuat untuk menawarkan Yupi Neon Stix yang saya bawa (karena saya kurang menyukainya). Alhamdulillah, Yupi itu cukup untuk semuanya.

 Saat sampai di pantai, kami berhamburan keluar dengan senang. Setelah meletakkan barang bawaan di gazebo sesuai yang sudah ditentukan, kami berkumpul lagi untuk melakukan sisir pantai.

 Sisir pantai berlangsung dengan menyenangkan. Sesekali kami menantang ombak untuk mengenai kaki-kaki kami yang menapak ke pasir pantai. Saat ombak tidak mengenai kaki kami, kami meremehkannya. Saat ombak berdebur nyaris mengenai tapak kaki, kami langsung melompat menjauh.

 Selesai sisir pantai, saya berkumpul bersama Kimi, Aline, Aqila, dkk. Aline dan Kimi baru saja menemukan seekor kelomang dengan cangkang yang unik. Saya asyik mengawasi kelomang itu sambil mengobrol dengan Kimi dan Aline yang bermain pasir.

 Setelah itu, games outing class dimulai dengan games Menara Gelas. Kelompok saya paling... gimana ya? Heboh panik gak jelas gitu. Ya walaupun tersisih duluan saya tidak mengapa.

 Setelah itu, saya melihat beberapa anak jajan. Jadi saya kira sudah diperbolehkan. Eh, ternyata belum. Ya sudah saya habiskan dulu es krimnya secepatnya setelah Ustadzah Fitri mengomeli (biarlah, emang kami salah) dan memberi waktu dua menit.

 Setelah itu waktunya makan. Saya mengisi ulang botol air saya dulu, kemudia mengambil makanan. Saya dan teman-teman membuka box dan lauknya adalah ayam tepung dan mie beserta nasi putih. Minumnya es apaan gitu gak tahu, rasanya agak enek. Tapi karena sayang ya saya habiskan.

 Setelah itu waktunya shalat. Berhubung saya sedang kedatangan tamu bulanan, saya menunggu bersama Sofia dan Nur. Kami iseng-iseng main ayunan dengan berbagai gaya. Nur malah nekad naik ayunan sambil berdiri. Ada juga adik lelaki dari seorang kakak kelas sesekali mengejar-ngejar Sofia, dan kadang balik dikejar Nur.

 Setelah adik-adik kelas selesai shalat, saya dan mereka berdua pindah mengamati kelinci. Kelincinya sepertinya stress, daun kering yang saya pegang (tidak bermaksud memberinya) dikunyahnya. Haduh.

 Lalu saya mengikuti Nur dan Sofia yang ingin jajan. Saya hanya jajan jasuke saja, itu pun setelah melihat Aline makan jasuke, jadi ingin.

 Games seterusnya dimulai, yaitu Pijakan Kotak. Saya dan anggota kelompok saya bersaing kecepatan antara kelompok-kelompok lain. Dalam beberapa kali, kami memijak kotak kardus kami saja. Nawra malah membernya nama (maaf) 'Rumah Tahi'. Nggak banget.

 Alhamdulillah dalam lomba Pijakan Kotak kelompok saya mendapat juara 1. Kemudian kita berfoto untuk dokumentasi outing class. Saat pembagian hadiah, kelompok kami meminta Afiqah yang maju mewakili kelompok kami, karena dia yang paling banyak berjasa saat lomba Pijakan Kotak tadi, sampai tersungkur dengan muka mencium tanah dan jilbab nyaris terlempar. Kelompok kami juga mendapat kategori... ehm, maaf saya lupa.

 Kami sekelompok lalu membagi rata hadiah itu. Beberapa dari kami memakan jajanan itu. Ada juga yang memakan roti dan semangka yang dibagikan para ustadzah atau meminum susu.

 Setelah itu semuanya berbaris dulu dan para ustadzah mengumumkan beberapa barang milik murid yang tertinggal, baru setelah itu menjalankan operasi semut.

 Selesai operasi semut, kita pulang ke sekolah naik bus. Eh, saya malah ketiduran sambil berdiri. Hehe.... Untung dibangunkan teman-teman yang cantik-cantik.

 Walau capek, tapi menurut saya itu menyenangkan sekali.


Gambar dan Video Masa Outbound

















Sekian Cerita Daripada Saya, Selamat Berjumpa Lagi Nanti!

No comments:

Post a Comment